|
72 Proyek Investasi CJIBF Rp 10,72 Triliun Ditawarkan |
|
|
|
Friday, 13 November 2009 07:13 |
|
There are no translations available.
- Sektor Pariwisata dan Infrastruktur Diminati
SEMARANG- Sebanyak 72 proyek investasi senilai Rp 10,72 triliun akan ditawarkan dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang berlangsung di Solo, 18-19 November mendatang. Proyek yang sudah dibuat profil investasi ini merupakan hasil seleksi dari 171 proposal yang masuk. Selain hasil seleksi ini, masih ada pula 126 proyek yang berpotensi dan memiliki peluang investasi dikemas dalam Central Java Business Expo (CJBE) bersamaan dengan CJIBF. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BK PMD) Jateng Anung Sugihandono mengatakan, dari sisi nilai investasi terbesar didominasi oleh sektor infrastruktur senilai Rp 8,37 triliun (8 proyek) dan 17 proyek properti senilai Rp 1,045 triliun. ''Ada 72 proyek terseleksi yang masuk dan berasal dari berbagai sektor mulai dari agrikultur, infrastruktur, manufaktur, mining (pertambangan), properti, dan pariwisata,'' jelas Anung, Senin (2/11). Sebelumnya, pemprop Jateng juga telah melakukan pertemuan bisnis di berbagai daerah untuk mempromosikan CJIBF dan sejumlah proyek yang akan ditawarkan dalam perhelatan tersebut. Anung menjelaskan, daerah yang dikunjungi ini seperti Batam, Sulawesi Selatan, Aceh, Bali dan Jakarta yang dinilai bisa memberikan kontribusi positif bagi kesuksesan CJIBF 2009. Dikemas Ulang Dari hasil business meeting tersebut tercatat 95 orang baik mewakili pribadi maupun instansi mengkonfirmasi untuk hadir di Solo. Untuk sementara, sektor yang paling diminati adalah infrastruktur dan pariwisata. Tapi diperkirakan masih banyak sektor lain yang bakal jadi incaran mengingat ada banyak proyek yang dikemas ulang dengan analisis lebih cerdas dan menantang. ''Kabupaten/kota memang memiliki keterbatasan dalam hal analisis sehingga propinsi ikut membantu mengemasnya lebih baik supaya diminati investor baik dari dalam maupun luar negeri,'' paparnya. Investor yang direncanakan bakal hadiri diantaranya dari berbagai perusahaan asal Filipina, India, Belgia, australia, Korea serta investor nasional dan regional. (J14-59 ) (Disunting dari : suaramerdeka.com - Ekonomi & Bisnis - 03 Nopember 2009) |
|
|
Rebut Investor Potensial Melalui CJIBF dan CJBE 2009 |
|
|
|
Monday, 09 November 2009 08:35 |
|
There are no translations available.
| Investasi merupakan sektor fundamental untuk mendongkrak image suatu daerah. Predikat daerah yang “ramah investor” tentu menjadi impian tiap kabupaten/kota di Indonesia. Salah satu implementasi guna meningkatkan laju investasi suatu daerah sekaligus promosi efektif guna menjaring para calon investor, Badan Penanaman Modal Daerah Propinsi Jawa Tengah kembali menghelat CJIBF dan CJIBE 2009 yang ke-empat kalinya pada 18-19 November 2009 mendatang di Soemaryo Ballroom The Sunan Hotel Surakarta. CJIBF/CJIBE adalah forum/ ekspo bagi para eksekutif daerahsebagai pihak yang menawarkan proyek dan peluang investasi (infrastruktur, properti, pabrik, pertambangan & energi, pariwisata, dan pertanian) bagi para investor dalam maupun luar negeri. Presentasi yang disampaikan oleh para pimpinan eksekutif daerah akan dibagi menjadi beberapa sesi pada ruang yang berbeda sesuai dengan jenis investasi yang akan ditawarkan sehingga para calon investor bisa bebas memilih macam investasiyang tepat.  Menjelang perhelatan tersebut, Kamis (29/10) lalu BPMD propinsi Jatengmenggelarbusiness meeting perihal penjelasan teknis danfinalisasi pelaksanaan CJIBF & CJBE 2009dengan mengundang perwakilan SKPD terkait se kab/kota seluruh Jawa Tengah. Bertempat di Ruang Sidang BPMD Provinsi, Semarang, Jawa Tengah, acara finalisasi pelaksanaan kegiatan CJIBF dan CJBE 2009 tersebut juga membahas mengenai plotting stand para peserta pameran. Dalam undangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragendiwakili oleh Drs. Hari Kuntjoro, S.Sos, M.Si (Kabid Penanaman Modal Badan Perijinan Terpadu Sragen) dan Handoko, S.Sos, M.Si (Kasubid. Kerjasama dan Pengawasan BPT Sragen). Kabupaten Sragen senantiasa berpartisipasi aktif seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehubungan dengan penyelenggaraan event Central Java Business Expo pertengahan November besok, kabupaten Sragen telah mengajukan proposal yang memuat penawaran beberapa jenis peluang investasi, antara lain pengembangan pasar hewan terpadu 24 jam di Sumberlawang, pembangunan pasar penunjang beras & warehouse system di Sentra Agro pada zona industri, pengembangan Sragen International School, pengembangan Waduk Kedung Ombo, pembangunan Grosir di 20 kecamatan, pengembangan kawasan zona industri Kalijambe, budidaya pengembangan tanaman Garut, pelatihan berbasis produksi di Technopark Sasana Ganeha Sukowati, dll. (Humas BPT Sragen/ And) | |
|
|